Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN


MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

Model Sistem Umum Perusahaan dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur dari sebuah perusahaan,dimana perusahaan tersebut mempunyai cara untuk mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan perusahaan,seperti dalam komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan perusahaan dalam mencapai sebuah Misi nya atau tujuan dari perusahaan tersebut. Berikut ini saya akan menjelaskan arti atau pengertian dari Model system umum di dalam sebuah perusahaan,di dalam pembahasan.

Pembahasan.

Model, dapat di katakan adalah rencana, representasi, atau deksripsi yang menjelaskan suatu objek,system,atau konsep yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Berikut ini jenis-jenis dari model,

Terdapat 4 jenis Model Sistem Umum Dasar,yakni:
1.     Model Fisik, Suatu Gambaran Entitas dalam bentuk 3 dimensi,maksudnya ialah berupa Keberadaan yang Nyata.
2.     Model Naratif, Suatu Gambaran entitas yang di ucapkan secara Lisan atau Tulisan,maksudnya Keberadaan atau aktifitas yang di lakukan berupa dengan ucapan/perkataan dan secara tertulis.
3.     Model Grafik, Suatu Gambaran entitas dengan sejumlah garis atau symbol,maksudnya keberadaan atau aktifitas dengan menggambarkan dari sejumlah garis-garis  atau menggunakan symbol dalam fungsi tertentu untuk memberikan penjelasan.
4.     Model Matematika, Suatu Gambaran entitas dengan menggunakan ketelitian,maksudnya ialah harus bisa teliti dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.
Model juga memiliki Kegunaan,berikut ini adalah beberapa kegunaan Model:
1.     Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
2.     Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
3.     Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

Berikut ini adalah gambaran dari Model Sistem Umum Perusahaan.


Konsep Dasar Model Sistem Umum pada Perusahaan.

Konsep Dasar Model menggunakan Sistem Konseptual, yakni sebagai system terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri,sebagian tidak. Pengendalian dicapai dengan menggunakan lingkaran umpan balik (feedback), yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari system ke mekanisme-mekanisme pengendalian dan dari mekanisme pengendalian  kembali ke system. Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan sinyal-sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja system dan menentukan apakah tindakan perbaikan perlu dilakukan.
Contoh dari mekanisme pengendalian adalah manajemen perusahaan,yang menggunakan dimensi Informasi:
1.     Relevansi, informasi yangharus berkaitan langsung dengan masalah yang di hadapi.
2.     Akurasi, semakin tinggi persentasi ketelitian disitu juga nilai yang akan di dapat semakin baik.
3.     Kelengkapan, informasi yang menyajikan gambaran secara lengkap dari suatu masalah yang sangat dibutuhkan.

Penggunaan Model Sistem Umum.

Contohnya Yakni seperti Pasar swalayan
Arus Material: barang-barang yang akan dijual.
Arus Personil : Manajer took,pegawai gudang,kasir.
Arus Uang: Pemasukan yang disediakan oleh pembeli dan Pengeluaran kepada pemasok,pegawai dan pemilik.
Sumber daya mesin : Lemari pendingin,kotak peraga,rak-rak,dan computer.
Proses transformasi: Pembungkusan Barang,mengatur barang di rak.
Elemen manajemen system konseptual: Manajer Toko dan asisten.
Pengolah informasi: Komputer dan pembaca beserta kasir.

Kesimpulan:
Dari artikel yang saya buat di atas,saya menyimpulkan bahwa ddi dalam suatu perusahaan itu harus mempunyai model, yang dalam artinya ialah sama seperti strategi atau konsep untuk kedepannya,karena kalau tidak menggunakan Model,perusahaan akan menjadi berantakan dalam system kerja nya.

 http://thiefheartwomen.blogspot.com/2011/11/softskill-model-sistem-suatu-perusahaan.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

E-commerce


E-commerce merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. Pada dasarnya ecommerce merupakan dampak dari berkembangnya teknologi dan telekomunikasi yang sangat berkembang pesat. Semakin meningkatnya teknologi dan telekomunikasi di dunia ini maka setiap manusia mempergunakan internet dalam melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari yaitu dengan bisnis usaha yang akan mereka ciptakan di dunia maya. Dari zaman yang sudah modern ini, perkembangan internet menyebabkan suatu terbentuknya atau interaksi kehidupan kita yang setiap orangnya mempunyai hak dan kemampuan untuk berhubungan dengan dunia maya, tidak ada batasan apapun untuk tidak menghalangi setiap orang untuk masuk ke dunia maya dengan menggunakan internet dalam aktifitas dalam kehidupan sehari – hari. Di masa sekarang ini perusahaan harus pandai – pandai menentukan keputusan untuk memasarkan produknya, maka dibutuhkan sarana yang tepat untuk dunia pemasarannya, melalui e-commerce, pemasaran kepada konsumen atau masyarakat pada
umumnya akan beroperasi berdasarkan dari pada prinsip pemasaran itu sendiri. E-commerce cenderung sangat memberikan rasa paling nyaman dengan kemudahan dan kelebihan bagi pembeli atau bagi konsumen dalam melakukan proses transaksi dalam  berbelanja. Para pembeli membeli transaksi online yaitu untuk mendapatkan barang yang
mereka cari atau mereka inginkan. Selain itu, harga yang ditawarkan atau barang – barang yang dijual melalui e-commerce ini relatif lebih murah dibandingkan kita pergi berbelanja langsung ke toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Oleh karena itu, E-commerce dapat memberikan suatu informasi dalam bentuk lebih menarik, menyenangkan dan online setiap tanpa batas waktu, asalkan semua perangkat teknologi mendukung dan terpenuhi. yang menjadi kenapa pembeli atau konsumen lebih memilih banyak melakukan transaksi online.
Perdagangan elektronik dapat mengambil beberapa bentuk tergantung pada derajat digitasi (transformasi dari fisik ke digital). Tingkat digitasi berhubungan dengan; produk (layanan) yang dijual,
proses, dan agen pengiriman (atau perantara). Manfaat dari e-commerce (perdagangan elektronik) itu sendiri adalah meningkatkan cutomer loyality, meningkatkan value chain, dapat menurunkan biaya dan melebarkan jangkauan
diseluruh masyarakat di dunia maya. Banyak kasus, perusahaan e-commerce akan bisa bertahan jika tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tetapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanannya juga bagus dan dari struktur organisasi bisnis dengan baik, dengan itu maka faktor yang termasuk didalamnya yaitu mempermudah kegiatan perdagangan di dunia maya. Adapun dari kendalanya perdagangan melalui jaringan elektronik adalah; biaya yang tinggi, masalah keamanan, mengumpulkan intilijen bisnis, dan membentuk suatu sitem antar organisasi dari perusahaan – perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai salah satu sistem tunggal. Teknologi dalam perdagangan melalu jaringan elektronik yaitu pertama, dari sambungan langsung perusahan dapat membentuk jaringan komunikasi data dengan para mitra dagangnya dengan menggunakan sirkuit yang disediakan oleh penyedia telekomunikasi. Kedua, jaringan bernilai tambah disediakan oleh penjual yang bukan hanya menyediakan
sirkuit tetapi juga menyediakan banyak jasa yang diperlukan untuk menggunakan sirkuit itu, ketiga, internet memungkinkan suatu jaringan komunikasi global yang tidak hanya menghubungkan para mitra dagang tetapi juga mencakup para pelanggan. Biasanya aplikasi bisnis yang digunakan atau berhubungan dengan e-commerce yaitu e-mail
dan messaging, CMS (content management system), dokumen, spreadsheet, database dan masih banyak lainnya.

 http://unpas.ac.id/pages/apa-itu-e-commerce-2/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGERTIAN DAN MANFAAT SISTEM INFORMASI MENEJEMEN


Definisi SIM, Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi  sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making)
Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.

 http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Pada tugas pertama di minggu 1 ini saya kan membahas..........

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI SEKOLAH..

Sistem pendidikan di Indonesia ini membutuhkan sebuah revolusi. Banyak praktisi pendidikan yang mempertanyakan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Berbicara mengenai kualitas sebenarnya adalah hal yang sulit, karena kualitas itu sendiri adalah merupakan suatu variabel tak terukur (non-parametrik). Banyak teori-teori pendidikan yang mendasarkan tolak ukur kualitas pendidikan itu dinilai dari hasil output pendidikan itu sendiri, kualitas siswa. Namun ada pula yang mendasarkan pengukuran kualitas pada nilai efektifitas proses-proses pendidikan.
Sebuah konsep dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menawarkan suatu model solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, apapun interpretasi kualitas pendidikan itu yaitu input, proses, ataupun output pendidikan. Dengan diterapkannya Manajemen Berbasis Sekolah, diharapkan terwujudnya transformasi dari pola pendidikan lama menuju pola pendidikan baru.
Salah satu cara untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah dengan mengadopsi Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) dalam proses-proses manajemen sekolah. Teknologi yang semakin berkembang menyediakan kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah. Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasikan seluruh aspek di dalam pendidikan di sekolah dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Sekolah
Ide dasar dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model partisipasi masyarakat dengan sekolah dalam  pengambilan keputusan kebijakan pendidikan sekolah. Dengan implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Sekolah (SIMPS) ini diharapkan sekolah dapat memperoleh manfaat terwujudnya suatu pusat informasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum, siswa, guru maupun orangtua/wali siswa untuk memperoleh data-data pendidikan yang terkait dengan porsi dan kewenangannya. Disamping itu juga akan dibentuk forum interaksi antara elemen pendidikan yang meliputi guru, siswa, orangtua siswa, hingga alumni sekolah dan masyarakat umum, dan juga sebagai media informasi kegiatan-kegiatan sekolah sehingga pihak sekolah dapat mempertanggung-jawabkan secara publik mengenai kualitas pendidikan sekolahnya.
Beberapa masalah yang sering dihadapi sekolah dalam melaksanakan pengendalian manajemen pendidikan di sekolah yang menjalankan roda-roda manajemen tanpa menggunakan perangkat bantu manajemen (management tools) antara lain adalah:
a) Layanan pendidikan kepada siswa kurang optimal
Layanan pendidikan harus dirancang seoptimal mungkin supaya dapat membuat proses pembelajaran lebih interaktif, inspiratif, dan menyenangkan sehingga dapat lebih merangsang siswa untuk berkreasi dan lebih menggali potensi minat, bakat, serta perkembangan fisiknya. Dengan pola manajemen modern yang lebih dinamis serta perangkat bantu manajemen yang lebih interaktif, diharapkan layanan pendidikan kepada siswa akan semakin optimal.
b) Kekurang-paduan antara data dan informasi antar komponen-komponen manajemen sekolah
Setiap komponen manajemen sekolah tentu memiliki suatu mekanisme pengolahan data untuk menghasilkan informasi-informasi yang terkait dengan bidang manajemennya supaya bisa bermanfaat kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Kekurang-paduan antara data dan informasi yang dihasilkan di masing-masing komponen manajemen sekolah akan menimbulkan banyak masalah seperti terdapatnya banyak “versi” informasi yang tidak sama menimbulkan ambiguitas dan kebingungan mengenai mana informasi yang benar. Atau ketidakmampuan salah satu komponen manajemen dalam menyediakan informasi yang cepat karena masih harus dilakukan penggabungan data dari berbagai sumber, mengolah, dan melaporakannya.
c) Tidak adanya kolaborasi yang mempermudah koordinasi
Komponen manajemen sekolah seperti dewan pengembang kurikulum sekolah merupakan salah satu komponen yang cukup banyak melibatkan koordinasi yang intensif dalam proses-proses perencanaan dan pengendalian serta evaluasi kurikulum. Tidak adanya kolaborasi antar para pengembang kurikulum akan menimbulkan kesulitan dalam memperoleh kesamaan persepsi mengenai perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi kurikulum.
d) Akuntabilitas tidak berkesinambungan
Masih terkait dengan penjelasan masalah pada poin (b) di atas, kerancuan informasi yang dihasilkan dari banyak sumber data akan mengakibatkan akuntabilitas informasi menjadi dipertanyakan. Sebuah sistem terintegrasi dapat mendorong kualitas proses manajemen yang berkesinambungan antar proses-proses dalam masing-masing komponen sehingga dapat ditindaklanjuti secara terstruktur dan sistematik.
e) Penyediaan informasi tidak cepat dan tepat guna
Pada level manajemen yang lebih tinggi, otoritas pendidikan (misalnya yayasan) akan memerlukan informasi yang dibutuhkan untuk keperluan yang lebih strategis dalam proses pengambilan keputusan pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu. Sistem informasi yang baik sebagai alat bantu manajemen harus dapat menyediakan informasi-informasi tersebut secara cepat dan tepat guna untuk dijadikan referensi dalam kegiatan-kegiatan eksekutif pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen sekolah.
Perangkat bantu manajemen yang diharapkan dapat mengeliminir hal-hal tersebut di atas adalah perangkat bantu yang berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) sehingga dapat menjadi tulang punggung sistem informasi manajemen sekolah, khususnya untuk membantu mengkolaborasikan aspek-aspek transaksional dalam proses pelaksanaan manajemen pendidikan dan aspek-aspek analisis informasi dalam proses pengendalian dan evaluasi manajemen pendidikan. Apalagi jika ruang lingkup sistem manajemen pendidikan di sekolah sudah semakin membesar dan melebar ke tingkatan enterprise.
Dalam Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Sekolah (SIMPS), beberapa hal yang amat diperhatikan adalah:
TERINTEGRASI, dalam arti semua layanan pada elemen-elemen primer sekolah memiliki keterkaitan dan dapat berinteraksi dalam hal pendistribusian data maupun informasi.
TERKUSTOMISASI, dimana sistem ini dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan dan kebijakan-kebijakan sekolah akan kegiatan operasional dan manajemen sekolah.
TERSTANDARISASI, dimana sistem yang akan dibangun ini akan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sehingga pihak sekolah dapat memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan (dan yang diminta) oleh Dinas Pendidikan dalam rangka membuat perencanaan pengembangan pendidikan daerah yang matang dan tepat sasaran.
Jadi, manfaat yang akan diperoleh dengan SIMPS ini tidak hanya dirasakan oleh elemen sekolah saja (termasuk civitas akademika, alumni, orangtua dan masyarakat), melainkan juga oleh Dinas Pendidikan Nasional.

Proses-Proses Manajemen Pendidikan di Sekolah
Manajemen pendidikan di sekolah merupakan proses-proses yang terorganisir untuk pengelolaan komponen-komponen pendidikan di sekolah, yaitu : kurikulum dan program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta keorganisasian sekolah itu sendiri.

Beberapa masalah yang sering dihadapi sekolah dalam melaksanakan pengendalian manajemen pendidikan di sekolah yang menjalankan roda-roda manajemen tanpa menggunakan perangkat bantu manajemen (management tools) antara lain adalah:
a) Layanan pendidikan kepada siswa kurang optimal
Layanan pendidikan harus dirancang seoptimal mungkin supaya dapat membuat proses pembelajaran lebih interaktif, inspiratif, dan menyenangkan sehingga dapat lebih merangsang siswa untuk berkreasi dan lebih menggali potensi minat, bakat, serta perkembangan fisiknya. Dengan pola manajemen modern yang lebih dinamis serta perangkat bantu manajemen yang lebih interaktif, diharapkan layanan pendidikan kepada siswa akan semakin optimal.
b) Kekurang-paduan antara data dan informasi antar komponen-komponen manajemen sekolah
Setiap komponen manajemen sekolah tentu memiliki suatu mekanisme pengolahan data untuk menghasilkan informasi-informasi yang terkait dengan bidang manajemennya supaya bisa bermanfaat kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Kekurang-paduan antara data dan informasi yang dihasilkan di masing-masing komponen manajemen sekolah akan menimbulkan banyak masalah seperti terdapatnya banyak “versi” informasi yang tidak sama menimbulkan ambiguitas dan kebingungan mengenai mana informasi yang benar. Atau ketidakmampuan salah satu komponen manajemen dalam menyediakan informasi yang cepat karena masih harus dilakukan penggabungan data dari berbagai sumber, mengolah, dan melaporakannya.
c) Tidak adanya kolaborasi yang mempermudah koordinasi
Komponen manajemen sekolah seperti dewan pengembang kurikulum sekolah merupakan salah satu komponen yang cukup banyak melibatkan koordinasi yang intensif dalam proses-proses perencanaan dan pengendalian serta evaluasi kurikulum. Tidak adanya kolaborasi antar para pengembang kurikulum akan menimbulkan kesulitan dalam memperoleh kesamaan persepsi mengenai perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi kurikulum.
d) Akuntabilitas tidak berkesinambungan
Masih terkait dengan penjelasan masalah pada poin (b) di atas, kerancuan informasi yang dihasilkan dari banyak sumber data akan mengakibatkan akuntabilitas informasi menjadi dipertanyakan. Sebuah sistem terintegrasi dapat mendorong kualitas proses manajemen yang berkesinambungan antar proses-proses dalam masing-masing komponen sehingga dapat ditindaklanjuti secara terstruktur dan sistematik.
e) Penyediaan informasi tidak cepat dan tepat guna
Pada level manajemen yang lebih tinggi, otoritas pendidikan (misalnya yayasan) akan memerlukan informasi yang dibutuhkan untuk keperluan yang lebih strategis dalam proses pengambilan keputusan pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu. Sistem informasi yang baik sebagai alat bantu manajemen harus dapat menyediakan informasi-informasi tersebut secara cepat dan tepat guna untuk dijadikan referensi dalam kegiatan-kegiatan eksekutif pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen sekolah.

SIMPS Sebagai ERP Pendidikan
Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem informasi yang mendukung transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Sumber daya tersebut meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.
Konsep ERP dikembangkan dengan latar belakang pemikiran perlunya dilakukan aktivitas pengintegrasian proses secara lintas fungsi di dalam perusahaan, agar dapat lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan customer. Dilibatkannya aplikasi atau software dalam konsep ERP adalah semata-mata karena perangkat teknologi tersebut dapat memberikan nilai tambah berupa:
penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination)
penyederhanaan proses-proses yang rumit (process simplification)
penyatuan proses-proses yang redundant (process integration)
pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).
ERP terdiri atas sistem berbasis komputer yang dirancang untuk membantu proses transaksi dalam perusahaan dan memfasilitasi perencanaan, produksi, dan respon secara real-time dan terintegrasi – serta memiliki beberapa karakteristik meliputi hal-hal sebagai berikut ini :
Sistem ERP adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pengguna server, baik itu diimplementasikan secara tradisional atau berbasis jaringan (intranet maupun internet).
Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses yang ada dalam perusahaan.
Sistem ERP menggunakan database yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara real-time.
sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
Sedangkan penerapan konsep-konsep ERP tersebut dalam industri pendidikan secara garis besar adalah sama dengan ERP pada perusahaan. Ketika sebuah konsep mengenai otomatisasi transaksional di sekolah dipikirkan, beberapa aspek yang masuk dalam pembahasan adalah manajemen pembayaran, manajemen pembelajaran, manajemen aset, perpustakaan dan lain-lain. Mungkin beberapa institusi pendidikan telah memiliki sebagian atau beberapa aplikasi-aplikasi seperti itu, namun sifatnya stand-alone, yaitu tidak saling memiliki keterkaitan satu sama lain antar sistemnya.

REFERENSI : Scott, G.M. (2004). Prinsip-prinsip Sistem Informasi Manajemen (terjemahan). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS